Langsung ke konten utama

National Geographic "Terlibat" Skandal Perusakan Hutan

Jakarta,-National Geographic disebut-sebut "terlibat" dalam skandal kejahatanan kehutanan di Indonesia. Hal tersebut terungkap dari video hasil investigasi Greenpeace berjudul "Jejak Kertas Ramin".


National Geographic sebagai salah satu perusahaan pengguna kertas produksi Asia Pulp and Paper (APP) yang bahan bakunya berasal dari kayu ramin illegal muda yang berasal dari rawa gambut, membuat nama National Geographic sedikit tercoreng karena dianggap ikut mengambil bagian dalam skandal perusakan hutan di Indonesia terutama di Riau.

"Dari investigasi selama satu tahun di pabrik Indah Kiat APP di Perawang, Sumatera, kami menemukan beberapa perusahaan seperti National Geographic, Xerox, Danone, dan Acer termasuk ke dalam rantai suplai yang menggunakan produk kertas mengandung serat berasal dari hutan hujan Indonesia," kata Bustar Maitar, juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia saat dihubungi Beritalingkungan.com (1/3).
Kertas APP dijual sebagai produk di seluruh dunia, mulai dari produk kertas, foto copy dan tissu, buku cetakan berwarna sampai kemasan peralatan listrik dan produk makanan. Perdagangan illegal APP yang berambisi menguasai pasar kertas internasional, mendorong harimau sumetera semakin mendekati kepunahan, karena habitat alami mereka semakin menyempit.

Greenpeace meminta agar perusahaan-perusahaan global mitra APP tersebut segera menghentikan hubungan perdagangan dengan APP."Perusahaan mitra harus berhenti membeli produk dari APP kalau mereka tidak mau dibilang terlibat dalam perusakan hutan di Indonesia," kata Bustar.

Bustar menjelaskan, ramin adalah indikator spesies kunci dan kebanyakan tumbuh di hutan gambut."Menghancurkan Ramin berarti menghancurkan hutan gambut yang merupakan habitat dari 400 harimau Sumatera yang dilindungi," kata Bustar. Ramin adalah salah satu spesies tumbuhan yang terancam punah dan dilindungi secara nasional dan internasional. Ramin tumbuh di rawa Kalimantan dan Sumatera.

Sekedar diketahui, National Geographic didirikan di Amerika Serikat pada tanggal 27 Januari 1888 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang geografi dunia. Belakangan mensponsori penerbitan majalah bulanan National Geographic. National Geographic saat ini telah terbit di 60 negara dalam 30 bahasa dengan oplah lebih dari 9,5 juta eksemplar per bulan. Majalah National Geographic juga terbit versi bahasa Indonesia, yang juga banyak mengulas persoalan kehutanan dan lingkungan hidup, sayangnya bahan baku kertas yang mereka pakai sebagaian berasal dari perusahaan APP yang dinilai berkontribusi terhadap perusakan hutan alami rawa gambut Sumatera.(Marwan Azis).

Foto : National Geographic. Dok : natgeo.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…