Langsung ke konten utama

RoFA, Melihat Indonesia yang Sesungguhnya

   Perjalanan tim ROFA. Foto: RoFA.

Tak banyak anak negeri yang rela menghabiskan waktu, pikiran, dan energinya menjejalahi kepulauan Nusantara. Adalah Youk Tanzil bersama anaknya beriniasif melakukan perjalanan panjang menjelajahi Nusantara sebagai bentuk dedikasi dan kepedulian mereka pada Indonesia. Ini merupakan cita-cita besar yang memang telah mereka idamkan sejak lama.

Melalui ekspedisi yang dilakukan dengan kendaraan roda dua ini, Youk ingin mewujudkan cita-cita tersebut. Budaya dan tradisi masyarakat, kekayaan alam, termasuk laut, darat, dan rangkaian gunung berapi menjadikan Indonesia sebagai bagian dari sabuk vulkanik dunia alias ring of fire, yang memang ingin ia lihat.

Sesungguhnya tim ekpedisi RoFA terdiri dari 12 orang. Mereka merupakan bagian dari tim suport yang selalu bergerak bersama-sama. Tak jarang mereka akan menjangkau pelosok hutan, sawah dan ladang di pedesaan. Mereka juga melakukan melakukan pendakian puncak gunung, menjelajahi pantai, mengarungi lautan dan mengungkap keindahan hayati dan keramah-tamahan masyarakat Indonesia.

"Misi kami adalah memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia, kepada generasi muda, kepada dunia, tentang keindahan Indonesia dengan sebenar-benarnya,"kata  Youk Tanzil, Rider sekaligus  Expedition Leader RoFA.

Selama melakukan ekpedisi mereka mendokumentasikan semua kegiatan dalam bentuk audio visual, foto dan catatan perjalanan. Sebagian besar hasil perjalanan mereka  bisa diliat di situs dan Youtube.



5 Fase

Secara umum, Ekpesidisi RoFA dibagi menjadi 5 fase. Fase pertama telah dilakukan pada 30 April 2011 lalu, dengan memakan waktu 55 hari.

Rutenya, Kupang, Timor, dengan jarak sejauh 6.000 KM. Perjalanan ini melalui 9 provinsi dan 5 gunung berapi sampai akhirnya tiba di Jakarta. Perjalanan fase 1 ini bisa dinikmati masyarakat melalui acara Kick Andy di Metro Tv, awal April 2012 jam 21.05 WIB

Pada malam syukuran RoFA yang bertempat di Cafe  Rolling Stones, Kemang, Jakarta Selatan, Beritalingkungan.com berkesempatan hadir.  Di pelataran Cafe Rolling Stones terlihat dua mobil adventure berwarna merah lengkap dengan peratan petualangan. Kedua mobil ini memang yang sengaja dipamerkan kepada pengunjung.

Tak seperti malam-malam biasanya, Cafe Rolling Stones, Kemang, Jakarta Selatan disulap menjadi lokasi pameran produk, peralatan dan perlengkapan adventure yang dipakai tim Ekspedisi  Ring of Fire Adventure (RoFA) saat ekspedisi tahap pertama.

Halaman belakang  Cafe tersebut segera disesaki pengunjung yang ingin melihat perlengkapan petualangan termasuk 5 motor gede Yamaha Tenere XT660Z ABS yang dipakai tim RoFA.

Para pengunjung dan jurnalis juga dipersilakan berfoto dengan tim ekspedisi.  Kesempatan itu tak disia-siakan oleh pengunjung termasuk sejumlah jurnalis dari berbagai media. 

Malam itu Youk Tanzil bersama tim RoFA menggelar syukuran sekaligus temu kangen dengan jurnalis untuk mensosialisikan rencana ekpedisi tahap dua dari Ring Of Fire Adventure yang meliputi Sulawesi dan Maluku.

"Ekspedisi dengan sepeda motor ini memungkinkan kami untuk menjelajahi wilayah-wilayah di luar tujuan wisata populer untuk menceritakan Indonesia yang lebih nyata," kata Om Younk, begitu dia akrab disapa.

Jeffry Polnaja
Turut hadir acara syukuran kesuksesan tim RoFA adalah Jeffrey Polnaja, sang petualang yang berhasil mengunjungi 72 negara di tiga benua selama 2 tahun 7 bulan ddengan menggunakan motor gede. Saya sempat kenalan dengan Kang JJ, demikian biasa dipanggil dan memberikan oleh-oleh buku yang berisi catatan perjalanan melintasi 72 negara berjudul "Wind Rider, Menyerempet Bahaya Demi Perdamaian."

"Silakan dishare di situs Beritalingkungan.com, misi kita sama, sama-sama Green Vision. Anda mendorong pelestarian lingkungan, saya mendorong perdamain dunia,"ujar petualang asal Bandung itu.

Tak hanya kang JJ, tampak pula Ahmad Yunus, jurnalis sekaligus petualang Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa yang kini juga ikut bergabung dan memperkuat tim  RoFA.

Ahmad Yunus dan Farid Gaban, petualang Zamrud Khatulistiwa.
Dalam kesempatan itu, pengunjung juga dihibur dengan penayangan film ekpedisi Ring Of Fire Adventure.

Film itu selain menayangkan keindahan alam Nusantara berikut manusia, juga mengungkap kisah Younk Tanzil yang sempat terjatuh dari motor dan terpaksa dilarikan di rumah sakit. Namun kondisi tersebut tak mengurangi semangatnya untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Ekspedisi Ring of Fire Adventure tahap pertama ini dimulai pada tanggal 6 Mei 2011. Jadwal ini terlambat seminggu dari yang ditentukan karena mereka mengalami kendala teknis—motor hilang dalam proses pengiriman, akibat jadwal shipping dari ekspedisi pengiriman yang tidak jelas.

Kick off atau titik awal dimulai dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengarah barat, melalui 9 provinsi, sepanjang 6.000 kilometer, sampai Jakarta. Waktu perjalanan pada rute pertama Kupang – Jakarta ini memakan waktu 50 hari.

Selama perjalanan mereka juga diperhadapkan pada berbagai persoalan dan hambatan. Pada tanggal 10 Mei 2011, Youk Tanzil mengalami kecelakaan di Desa Fatuana, Insana, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Pimpinan ekspedisi, Youk Tanzil, ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang mengakibatkan patah tulang kaki. Giovanni Tanzil, anaknya, mengalami keseleo tangan. Sementara kapten perjalanan Edy Sucipto luka di kaki. Peristiwa tersebut terjadi sebuah tikungan saat menyusuri jalan berliku dengan alang-alang tinggi yang mengganggu pandangan. Kecelakaan tersebut memaksa Youk untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta guna menjalani perawatan.

Setelah operasi sukses dilakukan, Youk bicara dengan dokter yang menanganinya. Ia meminta ijin untuk kembali ke tim dan melanjutkan ekspedisi Ring of Fire Adventure. Dengan setengah mengijinkan --dokter Muljana dari RSPAD Gatot Soebroto--  mewanti-wanti agar Youk peduli dengan luka hasil operasi. Akhirnya Youk pun kembali ke tim Ring of Fire Adventure hanya 3 hari pasca operasi.

Pada tanggal 18 Mei 2011- tim ekspedisi Ring of Fire Adventure tiba di Gunung Kelimutu yang terkenal dengan danau tiga warnanya. Danau ini merupakan salah satu target yang dijelajah oleh tim Ring of Fire di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Tim Ring of Fire Adventure, termasuk Youk yang cedera patah kaki, ikut mendaki, meski dengan tongkat yang menyangga.

Pasca melepas jahitan luka operasi – oleh seorang paramedik yang didatangkan dari RSPAD Gatot Soebroto--, rasa percaya diri Youk Tanzil kembali bangkit. Walau kondisi kakinya masih bengkak, dengan menggunakan sepatu keds, Youk kembali mengendarai motornya dari Sumbawa Besar menuju Lombok.

Di Lombok, tujuan mereka adalah mendaki Gunung Rinjani. Setelah semua kendaraan ditinggal di hotel, tim bergerak mendaki hingga puncak. Sayangnya, Youk yang didampingi suster Lady hanya sampai ketinggian 2800 meter.

Menurut Younk, bumi dan masyarakat Indonesia memiliki banyak kisah yang harus diungkapkan ke dunia Internasional. "Dengan masuk ke dalam hutan tropis, sawah, pegunungan, pantai, dan desa-desa untuk menjadi satu dengan masyarakat. Kami akan menceritakan kisah dari penduduk setempat yang diselingi dengan informasi menarik tentang sejarah, budaya, dan tradisi sekitarnya,"ujarnya.

Younk bersama tim RoFA menyadari, bahwa Indonesia adalah negara berkembang yang masih dibayangi kemiskinan.  "Ini sebabnya kami berkerjasama dengan Kick Andy Foundation, World Vision, dan mitra lokal terpercaya Wahana Visi Indonesia, untuk memperlihatkan kepada para penonton keadaan Indonesia yang sesungguhnya. Kami ingin menggugah kesadaran orang akan kondisi negara kita,"jelasnya.

Inisiatif tim RoFA ini juga mendapat dukungan dari berbagai perusahaan besar seperti Panasonic, IAI Financial, Yamaha Motor, Toyota Astra, Eiger, RS Taichi, ASDP Fery Indonesia, Indine, dan Comfort.
Ekspedisi Ring of Fire dilakukan menggunakan 5 motor Yamaha Tenere XT660Z ABS yang baru kali ini di uji coba di Indonesia. Tak ketinggalan 2 mobil Toyota Hilux dan Fortuner yang dilengkapi perangkat canggih yang memungkin komunikasi antar kendaraan, navigasi perjalanan, serta siaran langsung dan konferensi video. Streaming livenya bisa dinikmati melalui situs .

"Saya mengundang Anda untuk bergabung di dalam perjalanan kami. Perkenankan kami untuk memperlihatkan kepada anda warna Indonesia yang sesungguhnya,"tandasnya. (Marwan Azis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Gerakan Pro Lingkungan Kian Tumpul

Oleh : Yos Hasrul*

Saat perkebunan dan tambang menyerbu . Bentang hutan alam di negeri-negeri ini sebagian besar telah hilang. Coba lihat, gunung-gunung telah gundul. Pohon-pohon tercerabut dari tanah. Tanah desa berubah jadi kubangan raksasa. Jalan raya sebagian besar rusak parah. Kata kesejahteraan masih sangat jauh dari rakyat.

Nasib rakyat tetap sama, meski investor berlomba-lomba mengkavling tanah. Tak ada perubahan.

Dua hari lalu, saya sempat mampir di bumi konawe utara. Menjejal jalan-jalan di ujung desa. Melewati rumah-rumah yang berdebu dan jauh dari sebutan sejahtera. Sepanjang mata memandang hanya terlihat pohon sawit berjejal hingga ke puncak bukit. Seluruh hutan alam telah berganti pohon sawit. Di belakang desa, gunung-gunung mulai bolong-bolong.

Saya mampir di salah satu perkampungan eksodus ambon di Desa Tobi Meita. Nama desa Tobi Meita dalam bahasa setempat berarti gunung tinggi. Nama ini diambil karena di belakang desa gugus pengunung menjulang berderet de…