Mencumbu Wisata Air Terjun Moramo

Air Terjun Moramo. Foto: Yos Hasrul/Greenpress
Pepohonan rimbun tumbuh subur disepanjang jalan. Sebagain telah berumur dan berukuran besar.  Batu dan pohon-pohon berbalur lumut begitu mudah dijumpai.
Siang menjelang sore suara burung kian ramai seolah  berlomba dengan gemercik air yang membentuk harmoni alam. Beberapa pengunjung nampak menikmati   pemandangan ini.

"Sungguh pemandangan yang indah,"ucap Ema (38 tahun), seorang pengunjung yang baru pertama kali ke obyek wisata air terjun moramo.

Ya, berkunjung ke Provinsi Sulawesi Tenggara memang tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi obyek wisata satu ini. Terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan obyek wisata andalan bumi anoa  ini menyuguhkan panorama indah dengan pesona bebatuan yang membentuk tingkatan.

Air terjun moramo sendiri terletak kawasan suaka alam tanjung peropa. Udara di sekitar air terjun terasa sejuk serta menghadirkan suasana tenteram bagi siapa saja yang berkunjung di sana.


Foto : Marwan Azis/Greenpress
Air terjun moramo merupakan air terjun bertingkat (cascade) yang indah dengan ketinggian sekitar 100 meter. Dari ketinggian tersebut, air mengalir melewati tujuh tingkatan utama. Di samping tujuh tingkatan utama tersebut, terdapat juga enam [uluh tingkatan kecil yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penampungan air (semacam kolam air).

Dari sekian banyak kolam tersebut, hanya satu yang dapat dimanfaatkan untuk berenang, yaitu kolam yang terletak di tingkat kedua dari 7 tingkatan utama air terjun tersebut.

Keindahan panorama alam, air terjun, kicauan burung yang bersahutan dan berpadu dengan tarian kupu-kupu beraneka warna-warni, menjadi daya tarik kawasan air terjun moramo.

Daya pikat yang tidak kalah menariknya dari air terjun ini adalah pesona bebatuan yang membentuk tingkatan. Bebatuan yang membentuk tingkatan tersebut tidak licin meski dialiri air secara terus menerus, sehingga para wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut dapat mendaki sampai ke puncak.

Foto : Marwan Azis/Greenpress
Jika beruntung, Anda dapat melihat pelangi sebagai biasan cahaya di sekitar air terjun. Tak heran, kendati cuma mitos, masyarakat setempat Nampak mempercayai jika tempat ini sebagai pemandian para bidadari karena keindahannya. Di samping itu, bebatuan tersebut juga memberi pesona yang menakjubkan ketika tersentuh oleh sinar mentari. bebatuan tersebut akan memancarkan kilauan warna-warni yang didominasi oleh warna hijau yang begitu indah.

Untuk mencapai lokasi wisata ini, dengan jarak tempuh enam puluh lima  kilometer dari Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara,  wisatawan melakukan perjalanan darat selama dua jam menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Perjalanan dapat pula dimulai dari bandara walter monginsidi yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan.Dari bandara tersebut/ dapat langsung menuju arah kecamatan moramo/ langsung ke desa sumber sari. Setelah sampai di pemberhentian akhir kendaraan, perjalanan dilanjutkan ke lokasi air terjun dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer.

Di lokasi wisata ini sudah tersedia parkiran yang luas di sekitar lokasi bagi para wisatawan yang datang menggunakan mobil pribadi. Sayangnya, kurangnya perhatian pemerintah setempat membuat obyek wisata ini terkesan kurang terawatt. Sejumlah sarana wisata kini mengalami kerusakan dan tidak lagi bisa digunakana para pengunjung.  (Yoshasrul)
Share on Google Plus

About MJ Channel

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: