Langsung ke konten utama

Bakau di Teluk Kendari Terus Menyusut

Hutan Mangrove di Teluk Kendari. Foto : Yos Hasrul/Greenpress.
Masa kejayaan hutan bakau di sepanjang Teluk  Kendari perlahan mulai redup, seiring maraknya pembangunan pemukiman di sekitarnya.
Pohon-pohon mangrove yang tumbuh subur disepanjang pantai kini banyak yang hilang, ditebang orang tidak bertanggung jawab untuk berbagai keperluan.

“Setiap hari ada saja pohon mangrove ditebang para. Mereka memanfaatkan bakar untuk kebutuhan bahan bakar dan juga untuk bangunan rumah,”kata Usman, seorang warga nelayan di pesisir Kelurahan Kasilampe, Kecamatan Kendari Barat.

Namun, menjadikan bakau sebagai bahan kebutuhan   tidaklah sebanding dengan aktifitas pembalakan mangrove secara besar-besaran oleh oknum-oknum yang menguasai lahan. Praktik jual beli lahan menjadi masalah utama pemicu percepatan hilangnya populasi mangrove di teluk kendari. Permainan oknum masyarakat dan oknum aparat pemerintah khususnya kelurahan serta oknum-oknum di Kantor Pertanahan Kendari semakin member ruang kerusakan.

Modus yang pakai pun beragam, dari berpura-pura membuat lahan tambak seorang warga bisa menguasai belasan hingga puluhan hektar lahan disekitar kawasan teluk. Kebanyakan dari mereka adalah para pendatang. “Saya heran lahan-lahan di sepanjang pesisir bisa dengan mudah berpindah tangan, padahal setahu saya sepanjang pesisir  ini adalah tanah negara,”kataUsman.  
Para pelaku dengan sadarnya membongkar kawasan hutan yang berpuluh tahun ditumbuhi ratusan ribu pohon mangrove. 

Diperkirakan tersisa  sekitar 40 persen hutan bakau di sepanjang pesisir teluk kendari. “Ini tentu sangat memprihatinkan,”kata Nur Salam penggiat lingkungan di Kendari .

Ditambahkan Nur Salam, rusaknya  hutan bakau tak lepas aktifitas pembangunan di sepanjang pesisir, khususnya di bagian selatan hingga timur pesisr teluk kendari.

Universitas Haluoleo sendiri telah berkali-kali melakukan penataan dan penanaman pohon mangrove disepanjang kawasan teluk, terutama di sekitar kawasan baypass. Karena itu banyak pihak menyerukan agar pemerintah Kota Kendari bisa lebih peduli dan tegas terhadap para perusak kawasan mangrove di teluk kendari.

“Ada banyak manfaat ketika hutan dipertahankan, selain mempertahankan ekosistem perairan laut, keberadaan mangrove juga bisa membantu sebagai pemecah gelombang besar seperti tsunami. Jadi sangat disayangkan kalau mangrove dimusnahkan,”ujar Nur Salam.

Saat ini hutan bakau juga menjadi sumber kehidupan nelayan-nelayan disepanjang teluk. Keberadaan hutan mangrove telah membantu ekonomi keluarga  mereka, dengan memperoleh banyak sekali hasil laut, seperti kepiting kerang-kerangan yang bisa dijual ke konsumen. (Yos Hasrul)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…