Langsung ke konten utama

Kasus Orangutan, COP Dukung Upaya Menhut

Foto : dok mediakonservasi.org
Rencana Kementerian Kehutanan melakukan banding atas vonis ringan terdakwa karyawan PT Khaleda Agroprima Malindo (PT KHAM), anak perusahaan Metro Kajang Holdings (MKH) Berhad yang terlibat dalam pembantaian orangutan di Muara Kaman, Kalimantan Timur, mendapatkan dukungan dari Centre for Orangutan Protection (COP).

Sebelumnya, Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa hukuman bagi para terdakwa sangatlah ringan.  Karenanya, Kementerian Kehutanan akan mengajukan banding. 

"Kami sangat mendukung rencana tersebut. Kami sepakat dengan Menhut bahwa hukuman tersebut setidaknya 4 tahun 10 bulan penjara. Ini sejalan dengan  Undang-undang No. 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, para pelaku dapat dituntut hukuman maksimal 5 tahun penjara."kata Arfiana Khairunnisa, juru kampanye dari COP kepada Beritalingkungan.com.

Menurut Arfiana, sudah semestinya pula pemerintah menindaklanjuti dengan tegas pada perusahaan pengrusak lingkungan, yaitu PT KHAM yang dalam hal ini memiliki kebijakan dalam penghalauan hama, termasuk orangutan. Tidak hanya menjatuhkan hukuman saja terhadap para eksekutornya, tetapi juga terhadap perusahaan.

Saat ini masih ada 2 persidangan kasus pembantaian orangutan yang sedang berjalan di Indonesia. "Kami khawatir, putusan yang ringan tersebut akan dijadikan rujukan bagi persidangan berikutnya. Dampaknya akan sangat besar, para penjahat hutan tidak akan takut membantai orangutan. Sehingga nantinya tidak ada efek jera."tandasnya. (Marwan Azis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar Konservasi Kima di Toli-Toli

Iwan (34 tahun) menghirup napas dalam-dalam sebelum akhirnya menghilang dari permukaan laut. Gerakan yang lincah membuatnya dengan cepat  menggapai dasar laut yang dalamnya mencapai 15 meter itu.

Otto Soemarwoto, Guru Besar Pro Lingkungan & NKRI

Guru besar emeritus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, ini seorang tokoh yang pro lingkungan hidup dan pro Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Doktor dalam Plant Physiology, Universitas California, Berkeley, AS, kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 19 Februari 1926, ini mengatakan setiap proyek harus bertujuan untuk memperkuat NKRI dan lingkungan hidup.


Prof Dr Otto Soemarwoto yang dikenal rendah hati dan sederhana, itu mengatakan selama ini banyak kegiatan pembangunan yang mengabaikannya. Dia memberi contoh, pembangunan transportasi yang lebih banyak diarahkan pada transportasi darat. Padahal Indonesia adalah negara kelautan. Akibatnya, laut belum menjadi penghubung, melainkan pemisah.

Menurut suami dari Idjah Natadipraja MA dan ayah dari Gatot Soemarwoto, Rini Soemarwoto dan Bambang Soemarwoto, itu pembangunan juga masih bersifat Jawa-sentris sehingga menimbulkan iri hati dan berujung kehendak untuk memisahkan diri. Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan jalan tol ada di…

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…