Langsung ke konten utama

Lagi Orangutan Terjebak Perangkap Warga

Satu lagi kabar menyedikan dari dunia konservasi satwa. Pelansi, demikian nama orangutan ditemukan terjebak perangkap yang dipasang warga.

Bersyukur ada tim rescue dari Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia melakukan penyelamatan terhadap orangutan bernama Pelansi Jumat 06 April 2012, setelah mereka mendapatkan laporan dari warga lokal.

Nama Pelansi diambil dari lokasi penemuan di hutan di daerah Pelansi, Kuala Satong. Saat ditemukan kondisi Pelansi sangat mengenaskan. Salah satu tangannya terjerat oleh perangkap yang dipasang oleh warga. Orangutan malang ini telah terjebak selama 10 hari tanpa makan dan minum serta merasakan kesakitan akibat luka yang membusuk di lengan kanannya.

Sebenarnya 10 hari sebelumnya, Pelansi telah ditemukan oleh pemilik perangkap tersebut, namun karena dia cukup agresif, pemilik perangkap menjadi takut dan membiarkannya.  Pemilik perangkap juga takut untuk melaporkan hal tersebut  kepada yang berwajib karena dia tahu menangkap orangutan dilarang oleh pemerintah Indonesia dan dia tidak mau ditangkap.

Di area hutan seluas 400 hektar ternyata orang tersebut telah memasang 60 perangkap yang sama dan tersebar di seluruh areal hutan itu. Menurut keterangan warga di area sekitar perkebunan kelapa sawit milik PT. KAL (Kayong Agro Lestari), banyak terlihat orangutan. Bahkan, saat melakukan rescue terhadap Pelansi tim juga sempat melihat orangutan liar lainnya.

Menurut Drh. Karmele Llano Sanchez, Ketua Yayasan IAR Indonesia, kondisi Pelansi saat ini cukup kritis. Dia terkena septicemia yang disebabkan oleh luka dan infeksi dari tangannya yang terjerat.

Pelansi diberikan IV line (infus) dan antibiotic serta berada dalam pengawasan tim medis IAR Indonesia selama 24 jam. “Jika dia dapat melalui masa kritisnya, Pelansi harus melalui satu perlakuan medis lagi yaitu amputasi. Hal ini  berarti hanya ada sedikit kemungkinan Pelansi dapat kembali dilepaskan ke alam liar,”jelasnya.

Penggunaan perangkap diakui oleh pemiliknya ditujukan untuk menangkap babi dan rusa yang kemudian akan mereka  jadikan santapan / makanan.

Dia tidak mengetahui bahwa perangkap tersebut bisa juga menjerat orangutan atau satwa liar lainnya dan bahkan bisa mencelakai orang / warga masyarakat yang sedang berada dalam hutan tersebut. Dengan rutinitas pengecekan  perangkap setiap 7 hari sekali bisa dikatakan  bahwa satwa yang terjebak akan menderita karena menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk dilepaskan dari jebakan tersebut, bahkan bisa saja satwa tersebut mati.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1994 tentang perburuan satwa buru, penggunaan jerat / perangkap dan lubang perangkap tidak diperbolehkan dalam perburuan.  Selain itu orangutan adalah satwa yang dikategorikan sebagai satwa yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia sehingga kita tidak bisa memburu atau menangkapnya, jika melakukannya maka sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1990 kita bisa terkena hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100.000.000.

“Akibat perusakan hutan dan perkembangan industri kelapa sawit di kabupaten Ketapang, banyak orangutan yang diburu atau tinggal di hutan yang terfragmentasi dan terisolasi, akibatnya banyak  orangutan semakin terdesak keluar habitatnya  sehingga banyak orangutan yang masuk di tempat penyelamatan dan rehabilitasi”- kata drh. Adi, manager IAR Indonesia di Ketapang.

“Perusahaan harus ada komitmen dan tanggungjawab terhadap lingkungan dan keanegaraman hayati yang mereka rusakan, seharusnya jika perkebunan kelapa sawit dapat dikelola dengan mengikuti Guidelines for the Better Management Practices on Avoidance, Mitigation and Management of Human – Orangutan Conflict in and around Oil Palm Plantation maka dapat mengurangi konflik yang terjadi antara orangutan dengan manusia”tambahnya. (Marwan Azis)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Negara Kepulauan Tuntut Amandemen Protokol Kyoto

Tuvalu, salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Foto : Google.

Kopenhagen, BL-Di tengah negosiasi yang alot COP 15 UNFCCC di Kopenhagen, Tuvalu dan sejumlah negara kepulauan menuntut Amandemen Protokol Kyoto dalam pertemuan Conference of the Parties serving as the Meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (CMP) di Bella Center kemarin.

Pertemuan itu membahas amandemen annex B, sebagai bagian dari periode kedua dari komitmen Protokol Kyoto. Tuvalu, salah satu negara kepulauan Pacific yang mendukung pelaksanaan mengusulkan amandemen target menjaga tingkat kenaikan suhu bumi di bawah atau tak lebih dari 1,5 derajat selsius dan konsentrasi gas rumah kaca tak lebih dari 350 ppm. Lebih tinggi dari kesepakatan sebelumnya, yang hanya 2 derajat celcius.

Hal tersebut dilaporkan Siti Maemunah dari Jatam yang juga turut hadir dalam COP 15 UNFCCC. Menurut Maemuna, Tuvalu adalah salah satu negara kepulauan di Asia pasifik yang harus lintang pukang bertahan hidup aki…

ACARA GREEN FESTIVAL 2008

Jalan Masuk

Acara Green Festival 2008 sendiri akan mengambil tempat di Parkir Timur Senayan. Dari layout gambar yang dirilis panitia, pintu masuk Greenfest berada di sisi utara Parkir Timur Senayan, sedangkan panggung utama berada di ujung selatannya (membelakangi jalan raya Sudirman).


Untuk mempermudah akses masuk ke Green Festival, Anda disarankan masuk ke komplek Senayan melalui Century Atlit (Jl Pintu 1) atau TVRI (Jl Gerbang Pemuda) untuk selanjutnya langsung menuju Parkir Timur Senayan.

Pentas Musik
- T ai ko Jepang (alat tabuh): Jumat 16.10
- Choir Kid Purwacaraka: Jumat 16.25
- Capoeira: Jumat 19.05
- Nugie: Jumat 20.10
- Letto: Jumat 20.45
- SD Citra Indonesia : Sabtu 10.30
- Dwiki & The Next Gen: Sabtu 13.25
- SD & SMA Harapan Bangsa: Sabtu 14.25
- Nabila & Smart: Sabtu 15.45
- Ulli Sigar Rusady & Super Bintang: Sabtu 19.05
- Maliq & d'Essentials: Sabtu 19.25
- Marcell: Sabtu 20.15
- Ta ta loe: Minggu 10.30 & 17.00
- Bina Vokalia: Minggu 1…