Langsung ke konten utama

Perusahaan Global Ramai-ramai Boikot APP

Tumpukan kayu ramin di pabrik Indah Kiat Perawang. Foto : Greenpeace.
Sejumlah perusahaan global  yang selama ini mendapat suplai bahan baku produk  Asia Pulp and Paper (APP) yang diduga mengandung serat hutan hujan. Kini mulai melakukan pemutusan hubungan dengan APP.

Aksi boikot itu muncul sebagai respon atas hasil investigasi Greenpeace yang diliris satu bulan lalu. Investigasi selama satu tahun terhadap produsen kertas dan pulp terbesar ketiga dunia, Asia Pulp and Paper (APP) yang mengungkapkan bagaimana perusahaan secara sistematis melanggar hukum Indonesia yang melindungi spesies Ramin yang juga dilindungi secara internasional. Ramin ditemukan beberapa kali di tumpukan kayu milik milik APP di pabrik Indah Kiat Perawang yang siap untuk diproses.

Sejumlah perusahaan global terlibat karena produknya bersumber dari APP yang mengandung serat hutan hujan. Delapan dari sebelas perusahaan yang disebut kini telah mengambil tindakan untuk menghapus APP dari rantai suplai mereka.

Kini Danone telah mengkonfirmasi bahwa mereka tidak lagi menggunakan produk dari APP dan mengumumkan kebijakan nol deforestasi.  Xerox juga telah mengambil tindakan lebih lanjut untuk melarang pembelian produk APP secara global.

Perusahaan lain yang telah bertindak termasuk Collins Debden, bagian dari  kelompok Nippecraft yang mayoritas dimiliki APP. Collins Debden membuat pengumuman di Australia dan Inggris bahwa mereka tidak lagi menggunakan sumber bahan baku dari APP.

Jadi hingga saat ini sudah ada depalan perusahan yang merespon hasil investigasi Greenpeace. Kedepalan perusahan global ini juga telah mengumumkan kebijakan baru untuk menghapus APP atau yang mengkonfirmasi tindakan lebih lanjut dari kebijakan yang ada yakni Danone, Xerox, Mondi, National Geographic, Parragon, Constable and Robinson and Collins Debden, bagian dari Kelompok Nippecraft.
Tambahannya Walmart China juga telah memastikan berhenti menjual produk yang disorot Greenpeace, namun belum setuju menghentikan penyediaan seluruh produk APP. Barnes and Noble, Countdown/Progressive Enterprises belum memberikan tanggapan.

Kepala Jurukampanye hutan Greenpeace Indonesia, Zulfahmi mengatakan dalam beberapa bulan terakhir ini APP terus menerus kehilangan pelanggan. Kini sudah ada sebuah koalisi global perusahan-perusahaan yang belum pernah ada sebelumnya mengatakan tidak pada penghancuran hutan untuk produk kertas APP.  Merek APP telah menjadi racun yang bahkan anak perusahaannya sendiri tidak ingin dikaitkan.

Sementara sejumlah perusahaan di seluruh dunia telah mengambil tindakan menghapus APP dari rantai suplai, sementara itu penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas Indonesia terhadap pabrik APP berjalan sangat lambat. Bukti dari investigasi Greenpeace telah diserahkan kepada Kementerian Kehutanan dan Kepolisian RI yang meminta penyelidikan secepatnya atas kasus tersebut.

Zulfahmi melanjutkan Greenpeace telah membuktikan bahwa APP melanggar hukum Indonesia yang melindungi Ramin, namun akibat lambatnya tindakan yang diambil oleh Kemenhut memberikan waktu pada APP untuk menghilangkan bukti di pabrik mereka. "Kami meminta Kementerian Kehutanan harus tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan kehutanan dan pemerintah harus memastikan perlindungan menyeluruh terhadap hutan alam yang tersisa,"harapnya.

Greenpeace meminta APP untuk segera menerapkan kebijakan nol deforestasi mengikuti langkah perusahaan saudaranya di sektor kelapa sawit, GAR (Golden Agri Resources). (Marwan Azis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Bakau di Teluk Kendari Terus Menyusut

Masa kejayaan hutan bakau di sepanjang TelukKendari perlahan mulai redup, seiring maraknya pembangunan pemukiman di sekitarnya.