Langsung ke konten utama

WWF Tanggapi Tuduhan "Greenwashing"


World Wildlife Fund (WWF) Indonesia akhirnya memberikan tanggapan terkait soal "Greenwashing" yang diduga dilakukan WWF pada industri budidaya udang dan salmon.

Dalam tanggapannya yang beredar di social media, WWF menyatakan, sebagai organisasi konservasi, WWF sangat peduli terhadap dampak buruk yang ditimbulkan oleh industri udang dan salmon, khususnya terhadap persoalan lingkungan dan sosial di wilayah kerja  WWF  di seluruh dunia seperti di Chili, Mekong, Coral Triangle termasuk Indonesia, dan juga tempat-tempat lainnya dengan produksi budidaya perikanan sangat tinggi, seperti Norwegia dan Skotlandia.

Pihak WWF juga menyatakan tidak menutup mata terhadap pandangan kritis atas budidaya perikanan, termasuk diantaranya budidaya salmon dan udang.

Sejak tahun 2007 sebuah forum multipihak yang dinamakan Forum Dialog Budidaya Udang dan Forum Dialog Budidaya Salmon didirikan atas inisiatif WWF untuk menjembatani kepentingan pelaku industri komoditas salmon dan udang dengan pasar, masyarakat, dan aktivis lingkungan.

Lebih dari 400 orang telah berpartisipasi dalam forum yang pesertanya terdiri dari 30 persen LSM, 30 persen pelaku industri, 15 persen Peneliti, dan 25 persen pembeli, pemerintah dan elemen masyarakat lainnya. Beberapa pelaku industri budidaya udang dengan skala kecil juga terlibat seperti dari India, Filipina, Vietnam, dan Thailand.

Forum dialog dalam perjalannya menyepakati standar prilaku produksi yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.  Menurut WWF, sertifikasi pada industri tersebut merupakan media untuk memantau produksi komoditas tersebut agar memenuhi kriteria ramah sosial dan lingkungan, tentu dengan prinsip prinsip kehati-hatian yang sangat tinggi.

Dengan terus meningkatnya permintaan seafood sebagai sumber protein utama dunia, WWF memilih untuk menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari industri Salmon dan budidaya udang ketimbang mengabaikannya.

WWF meyakini bahwa upaya pendekatan kepada pelaku industri udang dan solmon, dapat mengurangi dampak buruk yang ditimbulkannya. Jika dikelola dengan benar, Industri budaya perikanan dapat menjadi solusi pemenuhan kecukupan pangan bagi 9 miliar manusia di bumi.

Di Chili misalnya dimana sepertiga produksi budidaya perikanan salmon dihasilkan, WWF tidak mungkin mencapai tujuan konservasinya tanpa melakukan pendampingan kepada para pelaku utama industri perikanan di sana. Pendampingan tsb dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan industri. Hal yang sama juga dilakukan melalui pendampingan terhadap industri perikanan tangkap Salmon di Alaska dan tempat-tempat lainnya.

Khusus untuk Indonesia, WWF-Indonesia baru-baru ini menerbitkan Serial Panduan Praktik Perikanan Bertanggungjawab atau Fisheries Better Management Practices untuk sejumlah komoditi perikanan utama, yaitu kerapu, kakap, udang, tuna dan nila.

Publikasi ini merupakan panduan perikanan praktis pertama di Indonesia, berisi rekomendasi-rekomendasi untuk kelompok pelaku perikanan, yaitu nelayan, pembudidaya dan pengusaha perikanan.

Panduan ini disusun berdasarkan pembelajaran tim perikanan WWF-Indonesia dengan para nelayan dan pembudidaya binaan di sejumlah wilayah kerja WWF-Indonesia, yaitu Tarakan dan Berau di Kalimantan Timur, Aceh, Danau Toba – Sumatera Utara, Wakatobi – Sulawesi Tenggara, Kepulauan Solor Alor – Nusa Tenggara Timur, Bali, dan Bitung – Sulawesi Utara.  (Marwan Azis).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Tambang Sulawesi Tenggara dalam Kepungan Investor

Gambar kegiatan eksplorasi tambang nikel di Pulau Lemo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. foto: yoshasrul

Sektor pertambangan provinsi Sulawesi Tenggara cukup potensial dan menjadi perhatian investor nasional maupun asing yang bergerak di bidang pertambangan. Sulawesi Tenggara memiliki kandungan tambang yang sangat potensial dan telah banyak perusahaan yang telah melakukan eksplorasi utamanya kabupaten Buton, Konawe, Konawe Utara, dan kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Tenggara memilki potensi pertambangan yang dapat diandalkan, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Potensi pertambangan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara diantaranya adalah Tambang aspal di Kabupaten Buton, Tambang nikel di kabupaten Kolaka, Konawe Utara dan Konawe, potensi tambang marmer, batu granit dan krom tersebar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara dan untuk potensi tambang minyak di Kabupaten Buton Utara dan Buton. Khusus untuk tambang aspal, beberapa perusahaan …

Jurnalistik Lingkungan : Tantangan dan Kiat

Oleh : IGG Maha Adi
___________________________________________

Lingkungan hidup
• Seluruh benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, yang memengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup. (UU No.23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup)
• Memengaruhi  Berinteraksi

Jurnalistik Lingkungan
• Kegiatan pemberitaan [mengumpulkan, memproses dan menerbitkan informasi yang bernilai berita] masalah-masalah lingkungan hidup.

Berita Lingkungan
Berita lingkungan hidup memiliki beberapa ciri, antara lain:
• menunjukkan interaksi saling memengaruhi antar- komponen lingkungan
• berorientasi dampak lingkungan
• pemberitaan dapat dari level gen hingga level biosfer

Apa Itu Berita Lingkungan ?
• Berita lingkungan hidup sering tidak dapat dibedakan dari berita-berita masalah sosial seperti kesehatan, kemiskinan, bahkan kriminalitas. Masalah dampak lingkungan hampir selalu berkaitan dengan persoalan lain yang kompleks.
• Patokan yang fleksibel diperlukanKisi-kisi: int…

Bakau di Teluk Kendari Terus Menyusut

Masa kejayaan hutan bakau di sepanjang TelukKendari perlahan mulai redup, seiring maraknya pembangunan pemukiman di sekitarnya.